Senin, 14 Mei 2012

Para Bomber Graffiti Si Pengotor Atau Pelaku Seni?

Jika anda berlibur ke kota Jogjakarta menggunakan jasa angkutan Kereta api, ketika anda sudah sampai di kawasan antara Stasiun Tugu menuju Lempuyangan, anda akan disuguhi pemandangan tembok-tembok kota jogja dengan penuh banyak coretan gambar aneh, dengan warna-warna terang dan mencolok. Pemandangan ini sangat lazim di temui di semua kota besar di Indonesia.

Banyak orang menganggap coretan-coretan ini adalah sebuah karya seni yang cukup menarik, namun banyak juga kalangan yang menganggap coretan itu tidak berguna dan hanya mengotori pemandangan kota saja.





Bomber Graffiti di Jalanan
Yang jadi pertanyaan, siapakah para pelaku seni jalanan yang rajin menggambar tembok-tembok kota ini? Tentu ada, mereka lah yang di sebut Bomber Graffiti. Komunitas ini banyak sekali di temui di kota-kota besar.

Sekelompok orang yang biasa nya mayoritasnya adalah remaja. Mereka suka bergerak diam-diam untuk mencoret-coret tembok kota pada malam hari, dan alat-alat yang digunakan adalah cat semprot berbentuk kaleng walaupun sebelum cat semprot kaleng digunakan, para Bomber umumnya menggunakan sapu cat atau kapur untuk membuat desain-nya.

Sering kali hasil karya gambar-gambar mereka bertemakan Kritik Sosial dan menunjukan ketidakpuasan mereka terhadap keadaan dan masalah sosial lain. Banyak orang yang menentang keberadaan para Bomber dan karya-karyanya karena bersifat merusak dan membuat bengkaknya biaya pemeliharaan kebersihan kota. Walaupun begitu Seni Graffiti tetaplah merupakan expresi seni seseorang yang mesti kita hargai. Beberapa seniman terkenal mengawali dunia seninya dari seorang Bomber graffiti.

Selain di tembok-tembok dalam kota, para Bomber Graffiti juga menjadikan tempat-tempat seperti kolong jembatan, gang-gang, gerbong kereta api, jembatan sebagai sarana seni mereka. Gambar gambar graffiti juga kerap dianggap momok bagi petugas keamanan, karena anggapan mereka bahwa gambar-gambar ini adalah bertujuan memprovokasi kerusuhan antar kelompok atau geng, saling melecehkan dan menghina.

Dari kelompok Bomber sendiri, mereka mengungkapkan fungsi graffiti sebagai, sarana expresi atas ketidakpuasan pada keadaan sosial kemasyarakatan, dan situasi politik. Sebagai sarana pembrontakan, atau bahkan sebagai bahasa/kode rahasia komunitas tertentu.

Graffiti dibagi dalam dua jenis nya :
  • Graffiti Gang : Fungsinya adalah sebagai identitas kelompok tertentu yang berkuasa di wilayah tersebut 
  • Graffiti Tagging : Sebuah jenis graffiti yang lazim di gunakan untuk ketenaran seseorang maupun kelompok. Semakin graffiti ini banyak dibuat, maka semakin bekenlah nama pembuatnya. Biasanya dibubuhkan dengan sebuah tanda-tangan di Bomber. Mungkin semacam hak karya cipta. 
Saat ini belum ada undang-undang yang mengatur dan yang menyebutkan bahwa kegiatan Graffiti adalah illegal di Indonesia. Meski begitu para Polisi pamong praja rutin menghapus gambar-gambar yang dibuat para Bomber ini.

Di jaman saat jejaring sosial internet sedang booming, para Bomber menggunakan fasilitas ini sebagai komunikasi kelompoknya untuk berkumpul di sebuah meeting point di tempat yang sebelumnya sudah mereka tentukan. Dari tempat ini para Bomber menentukan sasaran, jalur dan keamanannya. Ada juga para Kru Bomber yang sebelum melakukan aksinya mengecek keadaan tempat yang dijadikan sasaran.

Beberapa orang mengatakan bahwa coretan para Bomber ini sebagai penyegaran mata,saat berada dalam situasi kemacetan, di kolong jembatan atau lorong jalan yang sangat panjang. Tentunya banyak pihak yang pro dan kontra dengan gambar si seniman jalanan ini, Sebenarnya boleh-boleh saja asalkan jangan sampai sedemikian parahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

info unik (242) fakta unik (144) unik (98) musik (69) karya seni (67) aneh (62) Fakta Aneh (61) Inspirasi (40) Lifestyle (40) seni (35) Photo Unik (26) budaya (25) News (20) sejarah (20) Humor (6) Unique (1)